search

Rabu, 27 Juli 2011

Children Now The Weak? - Health Information

Children Now The Weak?


A UK study indicated that children today tend to be "weak" and the difficulty performing physical tasks are actually easier for them the previous generation.Research experts at Essex University shows that children aged 10 years in the era now have weaker muscles than children who were born a decade earlier.Researchers estimate, it is most likely due to changes in lifestyle, in which the children of today would rather move indoors, such as playing computer or games. While children in the past more playing in open space with a variety of physical activities, like climbing trees, climbing stairs, or hang from iron rods in the park.As reported in the journal Acta Paediatrica, children now tend to have trouble doing movements such as hanging on the staircase wall or sit-ups in a matter that much. In addition to decline in terms of strength, the children are now too difficult to grip things properly.Research was initiated by Dr Gavin Sandercock, child fitness experts from Essex University, was conducted by comparing the results of tests the ability of two groups of children in different eras. The first group is those aged 10 years in 2008 and the second group is the 10 year olds in 1998.Research shows, children's ability to do sit-ups as much as 27.1 percent decline. Hand muscle strength also decreased 26 percent and the traction of children to decline 7 percent.Moreover, if in 1998 one in 20 children are not able to hold his weight when hanging from the staircase wall, lapse a decade later recorded one of 10 children unable to do so."This may be due to changes in activity patterns among British children aged 10 years. For example, lack of activity such as climbing trees or climbed the rigging to have fun. In particular, activities such as this can increase the strength of the children and make them able to lift and hold their own weight. The fact that 10 percent of children failing the test staircase wall and another 10 percent refused to do so shocking, "says Dr Sandercock.The study also found that two groups of children have the same body mass. This means that children aged 10 years today seem to have more fat and muscle mass is lower than the previous generation.

Garam Juga Punya Efek Candu - Informasi Kesehatan

Garam Juga Punya Efek Candu


Jarang ada orang yang menyukai makanan yang tidak dibubuhi garam karena rasannya pasti hambar. Harus diakui memang sulit untuk melakukan diet garam. Salah satu penyebabnya adalah karena garam punya efek candu seperti halnya rokok dan narkoba.
Para ilmuwan dari Australia dan Amerika menemukan ketika tubuh ketagihan garam aktivitas otak akan memicu gen dan sel-sel otak yang sama seperti pada ketagihan rokok dan narkoba. Penelitian itu dilakukan terhadap tikus di laboratorium. Tikus-tikus itu sebagian diberi makanan rendah garam dan sebagian diberi garam. Kemudian aktivitas otak tikus itu dibandingkan. Para peneliti juga meneliti aktivitas otak tikus yang puasa garam selama 3 hari kemudian diberi minuman yang mengandung garam.
Ketika tikus menginginkan garam, sel otak mereka menghasilkan protein lebih banyak, serupa dengan adiksi pada zat-zat seperti heroin, kokain dan nikotin. Kemudian gejala ketagihan garam mereda beberapa saat setelah tikus itu diberi garam, bahkan sebelum garam mencapai lambung, masuk ke peredaran darah dan sampai di otak.
Yang mengagumkan adalah bahwa gen yang pasif akibat kekurangan sodium langsung hidup kembali dalam beberapa menit setelah mendapat garam. Hal itu juga bagian dari evolusi mekanisme pertahanan diri binatang. Karena saat mereka kehausan dan menemukan sumber air, mereka akan segera menghabiskan air dan pergi agar tidak ditangkap predator.
Kebanyakan Garam Rugikan Kesehatan
Garam dalam masakan memang berperan besar untuk menimbulkan rasa yang lezat dan gurih, namun dalam jumlah yang tinggi garam menjadi pemicu beberapa masalah kesehatan, mulai dari darah tinggi sampai gagal ginjal.
Garam dapur atau garam dalam pengertian sehari-hari adalah jenis garam yang terdiri dari unsur mineral natrium (Na) alias sodium dan klorida (Cl) yang bergabung menjadi satu molekul bernama natrium klorida (NaCl). Jumlah sodium dalam garam dapur sekitar 40 persen dan sisanya ion klorida.
Sodium atau natrium tersebut dibutuhkan tubuh untuk proses metabolisme, menjaga regulasi volume dan tekanan darah, serta kontraksi otot dan transmisi sel saraf. Kendati demikian, konsumsi garam pada tiap orang dianjurkan tidak lebih dari 6 gram (setara 1 sendok teh) setiap hari. Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang jumlah 6 gram itu sama dengan 2300 mg natrium. Yang menjadi masalah kesehatan sebenarnya adalah natrium, bukan garam secara keseluruhan.
Asupan garam yang tinggi ini berkaitan erat dengan terjadinya tekanan darah tinggi. Riset menunjukkan kenaikan setengah sendok teh garam akan menaikkan tekanan sistolik 5 poin dan tekanan diastolik 3 poin. Sebaliknya mengurangi garam menjadi kurang dari 1 sendok teh akan menurunkan tekanan sistolik 7 poin dan diastolik 4 poin.
Selain memicu hipertensi konsumsi garam yang tinggi juga bisa mengganggu kerja ginjal. Sebenarnya tubuh punya mekanisme untuk mengeluarkan kelebihan garam, tapi karena tingginya garam yang diasup ginjal jadi kesulitan untuk mengeluarkan. Akibatnya jumlah natrium di dalam tubuh sangat banyak. Padahal, natrium memiliki sifat mengikat cairan (retensi cairan).
Ketika jumlah natrium dalam tubuh tinggi, maka jumlah cairannya ikut meningkat sehingga volume darah bertambah dan tekanannya semakin besar. Jika ditambah dengan konsumsi lemak berlebih yang mengakibatkan pembuluh darahnya mengecil, akibatnya bisa fatal karena pembuluh darahnya bisa pecah. Beberapa penelitian juga menunjukkan asupan garam yang tinggi akan mempercepat perburukan fungsi ginjal terutama pada pasien-pasien penyakit ginjal. Itu sebabnya kita disarankan untuk mulai menjaga jarak dengan garam dan mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah. 


sumber article : Garam Juga Punya Efek Candu - Informasi Kesehatan